Theoneste Bagosora, otak dibalik pembantaian pada 800 ribu warga etnis minoritas di Rwanda pada 1994. Sumber: ReutersTEMPO.CO, Jakarta - Theoneste Bagosora, dalang pembantaian 800 ribu warga Rwanda pada 1994 silam, meninggal di dalam bilik penjara di Mali. Bagosora divonis hukuman 35 tahun penjara setelah dinyatakan bersalah atas kejahatan kemanusiaan oleh International Criminal Tribunal for Rwanda atau ICTR. Hukuman itu sebenarnya diringankan dari hukuman penjara seumur hidup, yang diterimanya. Ada masalah di jantungnya,” kata sumber di penjara Mali, yang tidak mau dipublikasi identitasnya.
Source: Koran Tempo September 26, 2021 07:52 UTC