Laman The Guardian, Minggu (25/3), menyebut bahwa kebocoran data Facebook didalangi sebuah lembaga riset bernama Cambridge Analytica (CA). Dokumen yang dilihat observer The Guardian kemudian dikonfirmasi oleh pernyataan Facebook yang menunjukkan bahwa perusahaan pada akhir 2015 mengetahui ada kebocoran data yang belum pernah terjadi sebelumnya. Kami analisis apa pun dari riwayat memilih mereka yang dikonversikan ke mobil-mobil yang mereka kendarai, kami mengidentifikasi kebiasaan yang berkolerasi pada keputusan memilih," papar Cambridge Analytica. Seruan Boikot dan Menghapus Akun FacebookImbas dari kebocoran data yang dialami Facebook, Zuck harus rela menelan pil pahit dengan ditinggal penggunanya. Mark Zuckerberg menyebut kejadian ini sebagai ‘pelanggaran antara Facebook dengan pengguna yang berbagi data dengan perusahaan’.
Source: Jawa Pos March 25, 2018 09:00 UTC