REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- COO Danantara Indonesia Dony Oskaria menegaskan proses merger BUMN karya atau infrastruktur tidak dilakukan secara tergesa-gesa, melainkan melalui tahapan penyehatan yang ketat dan sistematis. Danantara Indonesia, lanjut Dony, menyebut konsolidasi hanya akan dilakukan setelah kondisi keuangan dan operasional perusahaan dinilai benar-benar siap. “Kita sudah lakukan impairment, setelah impairment kita lakukan restrukturisasi perusahaannya,” lanjut Kepala BP BUMN tersebut. Dony menilai langkah ini krusial sebelum memasuki fase konsolidasi agar merger tidak menimbulkan persoalan baru di kemudian hari. Dony mengatakan, Danantara menargetkan seluruh rangkaian proses tersebut dapat rampung pada tahun ini dengan potensi pelaksanaan merger pada semester kedua.
Source: Republika February 04, 2026 14:51 UTC