JawaPos.com - Musim kering yang melanda Boyolali membuat warga di 44 desa kesulitan mencari sumber air bersih. Sri Suwarni, 53, mengambil air bersih di cerukan air sungai yang telah mengering di Desa Jerukan,Juwangi,Boyolali, Kamis (20/7) (Arief Budiman/Radar Solo/JawaPos.com)Perlahan, gayung plastik dimasukkan ke lubang untuk mengambil air dan diisikan ke dalam kendi. Menurut dia, tidak semua warga yang memanfaatkan air dari lubang di sekitar sungai yang mulai mengering tersebut. Tahun lalu, untuk mengurangi dampak kekeringan, BPBD Boyolali menyiapkan sejumlah truk tangki air bersih yang disebar ke beberapa daerah rawan kekeringan. Untuk cadangan air bersih, warga sekitar mengandalkan air hujan yang disimpan dalam tandon bak permanen.
Source: Jawa Pos July 21, 2017 01:18 UTC