Dengan dasar negara tersebut, perbedaan di negeri ini yang memiliki beragam suku, bahasa, ras dan agama harus dijadikan sebagai kekayaan bangsa. Sebelumnya MUI Klaten bersama sejumlah ormas Islam menggelar diskusi publik bertemakan "Implementasi Nilai Nilai Agama dan Pancasila Dalam Memperkuat Kemajemukan Bangsa" pada Kamis (27/4). Padahal bangsa Indonesia merupakan bangsa yang terdiri dari berbagai suku, bahasa dan agama. Kholilurrohman menuturkan, agama Islam yang dianut oleh mayoritas bangsa Indonesia telah mengadopsi kearifan lokal, sehingga begitu menyatu dengan nilai-nilai lokal tanpa mengubah inti agama itu sendiri. "Jika nilai nilai agama dan Pancasila dilaksanakan secara benar dan konsekuen, maka tidak ada lagi konflik dan upaya merubah tatanan negara berdasarkan kepentingan kelompok," tandasnya.
Source: Jawa Pos April 28, 2017 21:11 UTC