REPUBLIKA.CO.ID, BEIRUT -- Aksi demonstrasi di Kedutaan Besar Amerika Serikat (AS) di Beirut, Lebanon, Ahad (10/12), berakhir ricuh. Massa yang menentang keputusan Presiden AS Donald Trump mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel itu terpaksa dibubarkan dengan tembakan gas air mata. Hal ini memaksa aparat keamanan membubarkan kerumunan massa dengan tembakan meriam air dan gas air mata. Pada Rabu (6/12), Trump mengumumkan bahwa AS mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel. Dengan keputusan tersebut, AS menjadi negara pertama yang mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel.
Source: Republika December 10, 2017 11:26 UTC