Hal itu tercermin dari derasnya aliran modal asing ke dalam negeri (capital inflow) sejak awal 2019. Bank Indonesia (BI) mencatat, capital inflow sejak 1-17 Januari 2019 sebesar Rp 14,75 triliun. Dari dana tersebut, paling banyak masuk ke instrumen Surat Berharga Negara (SBN) sebesar Rp 11,48 triliun dan ke pasar saham sebesar Rp 3,21 triliun. BI juga cenderung dovish karena aliran modal masuk akibat pelemahan ekonomi di AS, Eropa dan Tiongkok justru untungkan Indonesia," ujarnya saat dihubungi JawaPos.com, Sabtu (19/1). Dikatakan Bhima, sepanjang kuartal I 2019 capital inflow akan tetap solid di pasar surat utang dan pasar saham.
Source: Jawa Pos January 19, 2019 09:56 UTC