REPUBLIKA.CO.ID, HEFEI -- Gelombang retorika anti-Muslim di media sosial menjadi tanda pertama kerasnya Islamofobia di Cina. Salah satunya terjadi di Hefei, saat pembangunan masjid yang ada pinggiran kota menuai banyak penentangan. Tentu, ini imbas pula dari adanya semacam pembenaran kekerasan yang terjadi di Xinjinag, yang mengakibatkan banyak Muslim jadi korban. "Ini seperti membiarkan jin ke luar dari botol," ujar profesor di La Trobe University di Australia, James Lebold, yang telah melacak pertumbuhan ujaran kebencian anti-Muslim di dunia maya Cina. Sudah pasti, masyarakat yang memiliki ketakutan atau yang tidak sekalipun, tidak sedikit terhasut dan semakin membuat anti-Muslim menjadi suatu kampanye.
Source: Republika April 12, 2017 07:07 UTC