KOMPAS.com - Sosok Ferdinand Marcos, presiden Filipina memang tak lepas dari kontroversi. Kehancuran Filipina berada di tangannya, dan dia seolah mampu untuk tetap lolos dan melenggang tanpa batas, terus duduk di kursi empuk kekuasaannya. Baca juga: 28 September 1989: Presiden Filipina Ferdinand Marcos MeninggalSeperti dikutip dari arsip The Washington Post, darurat militer diberlakukan Marcos dengan dalih serangan terhadap menteri pertahanannya, Juan Ponce Enrile. Baca juga: Ferdinand Marcos, Diktator Filipina dengan Gelimang KontroversinyaTapi, setibanya di Bandara Internasional Manila, Aquino ditembak mati. Marcos mengaitkan pembunuhan itu dengan seorang tersangka pembunuh bayaran komunis, Rolando Galman, yang langsung ditembak mati di tempat oleh petugas keamanan.
Source: Kompas September 28, 2021 05:03 UTC