Kini Endang bertekad menghabiskan hidupnya untuk membantu orang miskin, berjuang jangan ada generasi muda yang bodoh dan melawan segala penindasan. Pagi makan sore tidak, itu sudah saya rasakan. “Pernah suatu ketika, ibu membawa saya ke seorang guru ngaji sambil membawa pisang. Mulai belajar mengaji ke para ustad, di Subang dan ke luar daerah. Jika Robin Hood merampok para saudagar kaya kerajaan di hutan belantara, Endang menjadikan profesi jurnalis sebagai upaya memperjuangkan yang lemah dan miskin.
Source: Jawa Pos March 13, 2017 02:12 UTC