[Erin Schaff/Reuters]TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Presiden Mike Pence pada Rabu akhirnya secara terbuka melawan kehendak Presiden Donald Trump dengan menolak permintaannya untuk membatalkan hasil pemilu AS yang memenangkan Joe Biden. Itu adalah kata terakhir dari Mike Pence sebelum dia memimpin sesi gabungan Kongres untuk menghitung suara Electoral College atau Dewan Elektorat. Presiden Donald Trump berbicara dalam unjuk rasa untuk memperebutkan sertifikasi hasil pemilu oleh Kongres AS, di Washington, 6 Januari 2021. "Mike Pence tidak memiliki keberanian untuk melakukan apa yang seharusnya dilakukan untuk melindungi Negara dan Konstitusi kita," cuitnya. Kicauan tersebut kemudian dihapus dan akun Twitter Donald Trump dikunci selama 12 jam karena melanggar pedoman kebijakan integritas sipil, kata Twitter.
Source: Koran Tempo January 07, 2021 01:52 UTC