Itulah perumpamaan buat Muhammad Ali, sang legenda ring tinju dunia yang Sabtu (4/6) menutup mata untuk selamanya. Dunia terkejut dengan gaya bertinju Ali yang dapat meredam dan mementahkan hampir semua serangan Liston dalam duel pada Februari 1964 tersebut. Ali melompat-lompat ringan, seperti kupu-kupu, menjauhi Liston yang mengejar dan hendak memukulnya. Efeknya, tangan kiri Liston jadi tak dapat berfungsi baik. Petarung yang lahir dengan nama Cassius Marcellus Clay Jr pada 17 Januari 1942 itu kembali sukses mempecundangi Liston dalam duel kedua sekitar setahun setelah yang pertama.
Source: Jawa Pos June 05, 2016 11:03 UTC