Dalam perhelatan yang diorganisir oleh Pemerintah Iran tersebut, para pengunjuk rasa membakar patung yang dinamakan Ba’al, sebuah berhala bertubuh manusia dan berkepala hewan dengan tanduk panjang. Para demonstran meneriakkan ‘Mati untuk Israel’ dan ‘Mati untuk Amerika’ yang digemakan kerumunan unjuk rasa. Demonstrasi tersebut berlangsung di tengah meningkatnya tensi antara Iran, Israel dan Amerika Serikat, yang mengikuti konflik regional dan memperbaharui friksi politik. Pembakaran patung berhala Baal diambil dari citra warisan masa lalu yang dipadukan dengan pesan politik modern. Dalam teks Ugaritik (Suriah kuno), Baal dideskripsikan sebagai simbol badai dan dewa kesuburan yang diasosiasikan dengan hujan, panen dan kekuatan.
Source: Republika February 12, 2026 20:03 UTC