Korban mengalami banyak luka di tubuhnya hingga kepala belakang pecah, robek di dahi, tulang selangkang bahu kiri patah, bahu kanan patah, tulang pinggul patah dan robek, tulang betis kaki kanan patah, punggung kaki kiri dan kanan lecet. Kapolres Keerom AKBP Simon Sahureka saat dikonformasi wartawan terkait penemuan mayat yang diduga tabrak lari tersebut membenarkan. “Selanjutnya saksi bersama anggota jaga Polsek Arso mendatangi TKP dan kemudian melaporkan kasus tersebut ke Mapolres Keerom. Ditambahkan, untuk sementara jenazah korban masih berada di RSUD Kwaingga Keerom dan menunggu kedatangan pihak keluarga korban. Menurut Simon, korban diduga saat kejadian dalam pengaruh minuman keras dan tidak ada saksi yang melihat langsung kejadian tabrak lari tersebut.
Source: Jawa Pos August 21, 2017 00:00 UTC