REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Di tengah melemahnya kondisi perekonomian akibat terdampak Covid-19, sejumlah perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tetap merealisasikan buyback atau pembelian kembali saham. "Kami sudah mulai (buyback) secara bertahap, tidak ada dampak negatif," kata Direktur Utama PT Bukit Asam Tbk, Arviyan Arifin kepada Republika.co.id, Selasa (31/3. Berdasarkan keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Bank Mandiri melakukan buyback secara bertahap mulai dari 20 Maret 2020 hingga 19 Juni 2020. Kendati demikian, Abdullah mengatakan perseroan akan tetap melakukan buyback saham meski saat ini perekonomian mendapat tekanan dari penyebaran Covid-19. Menurut Hans, aksi buyback juga merupakan sinyal dari emiten bahwa harga sahamnya murah.
Source: Republika March 31, 2020 15:33 UTC