Kalimat itu diteriakkan para mahasiswi Muslim ketika mereka dikeluarkan dari kampus Sekolah Tinggi Wanita Pemerintahan Dr G Shankar, India. Kampus itu memutuskan untuk menolak pelajar yang mengenakan jilbab, berdasarkan perintah sementara dari Pengadilan Tinggi Karnataka. Di sisi lain, Kepala Sekolah Bhaskar Shetty mengatakan, beberapa mahasiswi Muslim memilih untuk menghadiri kelas dengan melepas jilbab. Namun para mahasiswi bersikeras agar diizinkan masuk ke dalam kelas dengan mengenakan jilbab. Saya memasukkan putri saya ke kelas ini karena perguruan tinggi mengizinkan mengenakan jilbab di kelas,'' kata Mohammed Haneef, salah satu orang tua mahasiswi.
Source: Republika February 18, 2022 14:58 UTC