REPUBLIKA.CO.ID, NUSA DUA -- Presiden Komite Eksekutif Konferensi Keagamaan dan Perdamaian se-Asia Din Syamsuddin mengatakan Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika menjadi tameng kuat. Tameng ini, kata dia, penting guna menangkal sisi negatif dimensi ganda dari multikulturalisme. Din menjelaskan bahwa ada gejala di dunia dan juga Indonesia bahwa multikulturalisme masih dipersoalkan, dan persoalan ini masih belum selesai. Karena itu, menurut Din, perlu ada beberapa strategi untuk menanganinya. Indonesia, menurut Din, sangat beruntung karena bapak pendiri bangsa sudah memberikan dua warisan penting untuk menangkal dampak negatif dari dimensi ganda multikulturalisme, yakni Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika yang memiliki filosofi menyatukan kemajemukan bangsa.
Source: Republika October 12, 2016 02:03 UTC