REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Din Syamsuddin menganjurkan masyarakat untuk menerapkan filosofi Jawa dalam melihat hasil Pilkada Jakarta putaran kedua. Petuah hidup "Menang tanpo ngasorake, ngluruk tanpo bolo" atau menang tanpa merendahkan, berjuang tanpa pasukan, dinilainya sangat relevan dengan kondisi saat ini. Menurutnya, menjaga diri untuk tidak melampaui batas menjadi poin yang perlu diingat ketika menghadapi kemenangan. Sehingga, dia menilai tidak seharusnya perbedaan tersebut menjadi perusak dalam tali persaudaran sebangsa. Din Syamsudin menjelaskan dalam ajaran Islam mengajarkan tentang etika menghadapi kemenangan sehingga penting untuk terus mengingat ajaran-ajaran tersebut.
Source: Republika April 19, 2017 22:07 UTC