Menurut pihak Dinkes Ngawi, siswa SD bernama Alhaz meninggal karena radang otak. REPUBLIKA.CO.ID, NGAWI -- Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Ngawi, Jawa Timur menangani kasus seorang siswa SD yang meninggal dunia diduga setelah mendapatkan imunisasi difteri di sekolahnya pada akhir Februari 2018. Siswa ini meninggal diduga karena radang otak," ujar Plt Kepala Dinas Kesehatan Ngawi dr Yudhono, di Ngawi, Sabtu (3/3). Pihaknya menjelaskan, vaksin atau imunisasi difteri tidak menyebabkan kematian, justru kalau terserang penyakit difteri bisa berakibat kematian. Sedangkan, data Pemkab Ngawi mencatat, imunisasi difteri yang digelar tersebut merupakan bagian dari kegiatan Outbreak Response Immunization (ORI) Difteri menyusul status KLB difteri yang diberlakukan oleh Dinkes Provinsi Jatim.
Source: Republika March 03, 2018 14:37 UTC