Di berbagai daerah, termasuk di Blitar, pertunjukan wayang kulit telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari tradisi bersih desa. Pagelaran wayang kulit pun kerap berlangsung semalam suntuk sebagai hiburan bagi masyarakat. Pemerintah daerah, termasuk Pemerintah Kota Blitar, turut mengambil peran aktif untuk menjaga eksistensi wayang kulit di tengah arus modernisasi. Melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar), Pemerintah Kota Blitar telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp60 juta untuk pembinaan sekaligus pagelaran seni wayang pada tahun ini. Pelaksana Tugas Kepala Disbudpar Kota Blitar, Rike Rochmawati, menyampaikan bahwa pagelaran wayang direncanakan digelar dua kali dalam setahun.
Source: Jawa Pos February 03, 2026 13:44 UTC