REPUBLIKA.CO.ID, TEL AVIV -- Tiga pelajar menuntut dua maskapai penerbangan Israel atas pelecehan seksual. Tiga pelajar itu pelajar S2 Hebrew University of Jerusalem dan merupakan warga Palestina di Israel. Saat itu, mereka diberitahu bahwa mereka tidak dapat naik pesawat ke Tel Aviv kecuali jika mereka setuju untuk ditelanjangi untuk mencari barang yang dianggap berbahaya. "Saya mendengar kepala petugas keamanan mengatakan kepada petugas wanita, jika saya tidak melepas bra saya, saya tidak akan naik ke pesawat," kata salah seorang pelajar wanita tersebut seperti dilansir Aljazirah, Rabu, (11/10). Pelajar wanita itu membeli tiket dari Arkia Airlines, sementara EI AI menangani pemeriksaan keamanan untuk maskapai penerbangan Israel.
Source: Republika October 11, 2017 11:37 UTC