Teror pernah dia terima saat menjadi pembela kasus Santa Cruz di Dili Timor Timur (kini Timor Leste). "Waktu itu jam 12 (malam), tempat saya didatangi orang berpakaian layaknya ninja," kata Artidjo di program Satu Meja yang ditayangkan Kompas TV, Senin (12/9/2016). Najib, salah seorang penjaga kediaman Artidjo di Dili, sempat berteriak. Kata saya, kalau di Sumenep (penyantetnya) itu masih kelas taman kanak-kanak (karena tak berhasil menyantet Artidjo)," ujar Artidjo yang beribukan perempuan Sumenep. Bahkan ada sejumlah terdakwa yang mencabut permohonan kasasinya ketika tahu bahwa Artidjo masuk dalam majelis hakim yang akan menangani perkara.
Source: Kompas September 13, 2016 00:33 UTC