Terjadinya pengurangan pajak yang begitu besar itu diduga terjadi disebabkan Trump menghindar untuk membayar pajak pendapatan alias mengemplang pajak negara selama 18 tahun. Menurut laporan The New York Times, 2 Oktober 2016, dari catatan pajak yang tidak pernah dibukanya itu, Trump mendapatkan manfaat pajak yang begitu besar. Rosenfeld mengatakan, ia juga akan menyarankan cara yang sama kepada kliennya yang memiliki catatan pajak serupa dengan catatan pajak milik Trump. "Perlu diketahui, Trump telah membayar ratusan juta dolar untuk pajak properti, pajak penjualan dan cukai, pajak real estate, pajak kota, pajak negara, pajak pegawai, dan juga pajak federal." Melalui e-mail, pengacara Trump, Marc E. Kasowitz, mengatakan bahwa publikasi catatan pajak milik Trump itu merupakan tindakan yang ilegal karena Trump tidak memberikan izin untuk mengungkapkan informasi pajak penghasilan miliknya itu.
Source: Koran Tempo October 02, 2016 03:11 UTC