TRAGEDI PARA PEMABUKSeribu lautan makna ditumpahkan tangan-tangan langit lewat gerbang hatimu, menuju kesegenap alir darahmu yang berlari ketakutan, sebab mengetahui dirinya tertindas di bawah sepatu-sepatu besi kelemahan. Menanti lautan makna dan cawan-cawan cahaya..., apalagi yang kau tunggu! SEPERTI BUIH DI LAUTANUntuk Ummat al-MustafahMenggenggam tanganmu yang dingin beku, karena ketakutan telah mengikatnya bersama kelemahan. Kekuatannmu mendengung lirih dalam sunyi dan mendentum hampa dalam hiruk pikuk. Sumber: Syafruddin (Shaff) Muhtamar, Nyanyi Lirih 1001 Malam (kumpulan puisi), Penerbit Pustaka Refleksi, 2008.
Source: Koran Tempo April 20, 2022 06:58 UTC