Yang membikin miris, yang diduga menghilangkan nyawa Redo adalah Karniawan yang merupakan bapak kandung korban. Dia berencana mengantar Redo yang mengalami sakit telinga untuk berobat ke Kecamatan Genteng yang berjarak sekitar 30 kilometer. Saab itu, Karniawan yang sudah kalap membentur-benturkan kepala sang anak ke tembok. Diduga, pertengkaran itu dipicu dengan kondisi Redo yang pernah mengalami gangguan jiwa. Salah satu tetangga dekat korban, Mujiono mengatakan bahwa anak dan bapak itu memang kerap bertengkar.
Source: Jawa Pos February 26, 2017 02:48 UTC