MANILA, KOMPAS.com - Presiden Filipina Rodrigo Duterte mengancam memenjarakan pihak-pihak yang mengkritik penetapan status darurat militer di wilayah selatan negara itu. Sebelumnya, pada akhir Mei lalu, Duterte mengumumkan status darurat militer di wilayah Mindanao, yang kini masih dilanda gejolak. Baca: Presiden Duterte Tetapkan Darurat Militer di Pulau MindanaoDuterte percaya, langkah itu akan cepat memadamkan perlawanan bersenjata dari kelompok teroris yang berkiblat kepada kelompok Negara Islam di Irak dan Suriah (ISIS) di Mindanao. Konstitusi 1987 memberlakukan pembatasan darurat militer untuk mencegah terulangnya pelanggaran seperti yang terjadi di masa pemerintahan diktator Ferdinand Marcos. Baca: Marawi Sudah Direbut, Parlemen Pertanyakan Status Darurat Militer
Source: Kompas July 02, 2017 05:44 UTC