Duterte Tunda Serangan Militer ke Marawi[MANILA] Presiden Filipina Rodrigo Duterte menunda serangan militer di Marawi karena kekhawatiran akan keamanan 300 warga sipil yang ditahan oleh militan Islam di beberapa bagian kota tersebut. Perintah Duterte disampaikan setelah pemungutan suara Kongres mengizinkan perpanjangan darurat militer di Mindanao sampai akhir tahun ini (31 Desember). “Saya mengumumkan darurat militer di Mindanao karena saya yakin ini cara tercepat untuk menumpas pemberontak dengan kerugian nyawa dan properti terendah,” kata Duterte. “bagi mereka yang melawan dan berpikir bahwa semua usaha ini tidak beres, saya menahan diri, saya dan saya sendiri yang bertanggung jawab,” tandasnya. Sementara itu, Mahkamah Agung mengabaikan petisi untuk memaksa Senat dan DPR agar bertemu dan meninjau ulang darurat militer Duterte di Mindanao.
Source: Suara Pembaruan July 26, 2017 05:03 UTC