Bahkan, tak hanya di UNESCO, gamelan digital yang diberi nama e-Gamelan dan dimainkan melalui seperangkat unit komputer itu sendiri nantinya juga bakal dimainkan di Animation Park Disneyland. Saat proses pembuatan e-Gamelan, Udinus bahkan telah meminta restu dan izin ke pihak keraton yakni Paku Alam XII dan Surokarto Hadiningrat. Sebelumnya, e-Gamelan juga pernah dipentaskan pada kancah internasional pada Juni dan Juli 2010 di Taiwan dan Singapura. Sementara itu, Kepala Humas Udinus sekaligus satu di antara dosen yang tampil di UNESCO, Agus Triyono, mengatakan undangan Udinus ke UNESCO ini selain melestarikan budaya asli, sekaligus membanggakan Tanah Air. “Di UNESCO nanti kita akan mainkan delapan buah tembang Jawa kolaborasi antara gamelan asli dan e-Gamelan,” cetus Agus.
Source: Jawa Pos June 06, 2018 18:10 UTC