Aktivitas Gunung Anak Krakatau saat erupsi terlihat dari KRI Torani 860 di Perairan Selat Sunda, Jumat, 28 Desember 2018. ANTARATEMPO.CO, Jakarta - Sekretaris Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral atau ESDM Antonius Ratdomopurbo menyampaikan bahwa reaktivasi atau pergerakan lempeng sesar di Selat Sunda yang berada di bawah Gunung Anak Krakatau masih menjadi potensi ancaman. Sebab, reaktivasi ini bisa memicu kembali meningkatkan aktivitas vulkanik gunung yang saat ini sudah mulai reda. BACA: BNPB: Potensi Tsunami Akibat Gunung Anak Krakatau Masih AdaPurbo menjelaskan, bahwa reaktivasi sesar ini bisa saja memicu kembalinya longsoran besar di lereng Gunung Anak Kratakau. Tapi jika tidak, maka hanya akan ada longsoran-longsoran kecil saja yang tidak memicu tsunami.
Source: Koran Tempo December 29, 2018 13:18 UTC