JawaPos.com - Aksi saling menjelekkan antar pendukung paslon capres-cawapres, cenderung berupa ujaran kebencian, yang marak ditemui di media sosial menjadi keprihatinan Mahfud MD. Anggota Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) itu menilai, ujaran kebencian yang banyak beredar di kalangan netizen pada dasarnya bersumber dari nilai-nilai tradisional, termasuk dalam hal agama. "Ujaran kebencian itu lebih banyak bersumber dari persoalan konservatisme. Konservatisme agama itu menimbulkan ujaran kebencian berdasarkan agama," ujar Mahfud MD, Sabtu (29/12). Apabila ada yang melakukan ujaran kebencian langung ditindak, tanpa pandang bulu.
Source: Jawa Pos December 29, 2018 13:07 UTC