"Ada efisiensi lelang proyek mencapai Rp 24 miliar," kata Jumhana, Selasa, 12 September 2016. Selain itu, kata dia, ada sejumlah kegiatan dalam belanja langsung mencapai Rp 70 miliar tak diserap. Selain itu, kata dia, ada efisiensi perjalanan dinas seluruh satuan kerja perangkat daerah di wilayahnya, yang mencapai Rp 2 miliar, dan penyertaan modal kepada Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) senilai Rp 2 miliar. Menurut Jumhana, dana efisiensi tersebut kini sedang disesuaikan dalam anggaran pendapatan dan belanja daerah perubahan 2016. Anggaran yang dipangkas di dinasnya ialah dana perjalanan dinas yang mencapai Rp 60 juta lebih.
Source: Koran Tempo September 12, 2016 07:41 UTC