REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Yusuf Rendy Manilet menilai, anomali pada inflasi mungkin saja terus terjadi sepanjang pandemi Covid-19. Tidak terkecuali pada komponen volatile food atau makanan bergejolak yang berpotensi naik turun, setidaknya sampai pandemi selesai. Yusuf mengatakan, anomali volatile food tidak terlepas dari kebijakan pengendalian pangan pemerintah yang dinilai masih buruk. Data Badan Pusat Statistik (BPS) memperlihatkan, makanan bergejolak menjadi komponen penyebab utama inflasi pada bulan lalu yang tercatat sebesar 0,18 persen. Salah satu penyebab utama inflasi volatile food adalah kenaikan daging ayam ras yang memberikan andil pada inflasi 0,14 persen.
Source: Republika July 01, 2020 12:56 UTC