REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Peneliti dari Institute for Development of Economic and Finance (Indef) Eisha Maghfiruha Rachbini menilai, penurunan proyeksi pertumbuhan ekonomi yang dilakukan pemerintah merupakan tindakan realistis. "Dengan penurunan proyeksi, pasar juga pasti melihat bahwa pemerintah waspada terhadap ancaman eksternal," ujar Eisha ketika dihubungi Republika, Rabu (3/7). Ketika sekarang targetnya lebih realistis, Eisha mengatakan, diharapkan pemerintah dapat lebih fokus dengan target baru. Angka ini menurun signifikan dibanding dengan pencapaian realisasi periode yang sama pada tahun lalu, yakni 5,27 persen. Proyeksi pada kuartal kedua tersebut lebih tinggi dibandingkan realisasi kuartal pertama tahun ini, 5,07 persen.
Source: Republika July 03, 2019 05:51 UTC