REPUBLIKA.CO.ID, NEW YORK— Hasil serangan Iran terhadap pangkalan militer AS di kawasan itu mencerminkan kesalahan perhitungan yang fatal, kata mantan perwira intelijen AS Scott Ritter. Bahkan, kata Ritter, orang-orang Iran mengumumkan berkabung atas kematian pemimpin tertinggi mereka dan menuntut balas dendam, bukan menggulingkan rezim seperti yang diinginkan Amerika. Ritter memperkirakan Iran akan pulih dari serangan ini, dan persediaan Amerika akan habis. Sementara itu, Sekretaris Jenderal Dewan Keamanan Nasional Iran Ali Larijani mengatakan bahwa negaranya, tidak seperti Amerika Serikat, siap untuk berperang dalam jangka panjang. Di Amerika Serikat, Trump mengancam akan menyerang Iran dengan keras, dengan mengatakan bahwa gelombang besar belum terjadi, tetapi akan segera datang, dan ia tidak menutup kemungkinan untuk mengirim pasukan ke Iran.
Source: Republika March 03, 2026 06:12 UTC