REPUBLIKA.CO.ID,BOGOR — Pengamat pertanian dari IPB University Prima Gandhi menilai ekspor perdana 2.280 ton beras Indonesia ke Arab Saudi pada 2026 memperkuat posisi perdagangan nasional. “Ekspor ini adalah bukti nyata swasembada beras Indonesia tidak bersifat sementara, tetapi terus berjalan secara berkelanjutan dan produktif,” kata Gandhi, Kamis (5/3/2026). Menurut dia, ekspor beras memiliki nilai strategis terhadap ketahanan pangan sekaligus keseimbangan perdagangan nasional. Kemajuan produksi dan pengelolaan stok beras nasional juga menjadi faktor penting. Pada Rabu (4/3/2026) Indonesia resmi mengekspor beras premium ke Arab Saudi untuk memenuhi kebutuhan jamaah haji Indonesia pada musim haji 2026.
Source: Republika March 05, 2026 18:23 UTC