Analis Bank Woori Saudara Rully Nova mengatakan pelemahan rupiah dipengaruhi risiko perang terbuka antara AS–Israel dan Iran. “Pelemahan rupiah pada perdagangan hari ini dipengaruhi oleh tren peningkatan index dollar yang masih berlanjut mendekati level 100. Mohammad Mokhber, ajudan mendiang Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei, pada Rabu (4/3/2026) menegaskan Iran tidak mempercayai AS. Televisi pemerintah Iran mengonfirmasi bahwa Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei gugur dalam serangan tersebut. Namun, minat pelaku pasar terhadap obligasi pemerintah meningkat, terutama pada tenor pendek hingga menengah sehingga menahan pelemahan rupiah lebih dalam.
Source: Republika March 05, 2026 17:58 UTC