FAJAR.CO.ID, YOGYAKARTA – Larangan ekspor minyak goreng oleh pemerintah dinilai berimbas pada sektor keuangan dalam negeri dan kacaunya pasokan minyak di pasar dunia. “Indonesia akan kehilangan devisa melalui pelarangan ekspor minyak CPO pada kisaran Rp 43 triliun selama sebulan penuh tanpa ekspor,” kata dia pada Jumat (29/4). Kemudian, stabilitas rupiah akan terganggu karena kehilangan 12 persen dari total ekspor nonmigas. India, menurutnya dengan pasokan minyak goreng yang menurun maka diprediksi harga kebutuhan seperti kue, sabun mi hingga sampo akan naik 10 persen. “Dengan dampak yang begitu luas ini, ada baiknya pemerintah mengkaji kembali kebijakan pelarangan ekspor demi kepentingan bersama,” ujar dia.
Source: Jawa Pos May 01, 2022 14:46 UTC