REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Burma Human Rights Network (BHRN) menemukan enam temuan bentuk intimidasi yang diterima oleh kaum minoritas Muslim di Myanmar dalam penelitian terbarunya. Dia melanjutkan, Muslim yang berada di luar kamp tersebut juga harus merasakan sulitnya melalui pembatasan perjalanan. "Itu dapat menjadi dasar untuk memungkinkan terjadinya kekerasan (terhadap mereka) di masa depan," kata dia. Persoalan kedua, yaitu sulitnya mendapatkan kartu identitas sebagai warga negara bagi kaum Muslim di Myanmar. Menurut laporan BHRN, dia menyebutkan, telah terjadi peningkatan tajam jumlah desa yang ada di Myanmar yang menyatakan diri mereka sebagai zona larangan terbang bagi umat Muslim.
Source: Republika September 14, 2017 13:18 UTC