Erdogan berikrar akan mengakhiri operasi terhadap perencana kudeta di dalam militer, dan mengatakan, "militer kami bersih dan tak seorang pun dapat membahayakannya." Sedikitnya 60 orang tewas di Turki saat beberapa kelompok di dalam militer berusaha menggulingkan pemerintah, demikian jumlah terkini dari Kantor Kejaksaan. REPUBLIKA.CO.ID, ISTANBUL -- Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan pada Sabtu (16/7) pagi waktu setempat mengatakan pemerintah berfungsi dan ia tetap memangku jabatan, setelah negara itu dilanda kudeta malam malam sebelumnya. "Mereka mendapat perintah dari Pennsylvania," kata Erdogan --yang merujuk ke satu "kelompok minoritas" di dalam militer sebagai bagian dari "struktur paralel". Erdogan mengatakan di Istanbul pada Sabtu pagi tempat liburannya dibom segera setelah ia pergi.
Source: Republika July 16, 2016 05:03 UTC