REPUBLIKA.CO.ID, ISTANBUL -- Presiden Turki Recep Tayyip Erdoğan mengungkapkan ketulusan Ankara mengakhiri konflik di Nagorno-Karabakh antara Armenia dan Azerbaijan. Erdogan mengaku sudah memberitahu Presiden Rusia Vladimir Putin bahwa anggota Partai Pekerja Kurdistan (PKK) bertempur di sisi Armenia. Erdogan mengatakan, Putin mengaku tidak mengetahui Armenia mengambil banyak pasukan asing dari Kurdi. Ia memberitahu Putin bahwa Turki dan Rusia dapat mengakhiri konflik tersebut bersama-sama. "Serangan Suriah di pusat pelatihan tentara nasional Suriah di Idlib menunjukkan mereka tidak ingin perdamaian jangka panjang di kawasan," katanya.
Source: Republika October 29, 2020 12:56 UTC