Serangan siber operator pipa bahan bakar AS menyebabkan kekurangan bahan bakar. REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Biro Investigasi Federal (FBI) dan pakar keamanan siber mengidentifikasi DarkSide sebagai kelompok di balik serangan siber Colonial Pipeline Company. Akibat serangan ini, sistem pipa bahan bakar terbesar milik Colonial Pipeline Company terpaksa menutup seluruh jaringannya. DarkSide mengelola setidaknya delapan domain atau situs web di dark web. Tujuh situs lainnya digunakan oleh grup untuk menghosting data yang mereka curi.
Source: Republika May 14, 2021 14:15 UTC