Bahkan, sejumlah pengamat malah menyasar Presiden Jokowi yang dinilai tidak teliti dalam memilih para pembantunya. Ekonom senior dari Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Faisal Basri, menyampaikan, kasus seperti ini seharusnya menjadi pembelajaran berharga bagi Presiden. "Ke depan, baiknya pengecekan lebih saksama supaya tidak menimbulkan kontroversi yang tidak perlu," kata Faisal kepada Kompas.com, Senin. Cukup jubir Presiden," kata Faisal. Ia pun berharap kepada semua pihak untuk mengetahui persis latar belakang calon pejabat yang diajukan.
Source: Kompas August 15, 2016 14:36 UTC