TEMPO.CO, Jakarta – Ekonom senior dari Universitas Indonesia, Faisal Basri, meminta pemerintah tak menggantungkan penanganan Covid-19 semata-mata pada vaksin. Musababnya, hingga awal Januari, uji klinis tahap tiga untuk vaksin Covid-19 produksi Sinovac Biotech Ltd belum kunjung selesai. Menurut dia, sektor-sektor yang terdampak pandemi, seperti pariwisata, tidak bisa menunggu vaksin selesai dilakukan untuk kembali bangkit. Alih-alih berpangku pada vaksin, Faisal meminta pemerintah konsisten menerapkan kebijakan seperti pembatasan sosial. Untuk mempercepat penanganan Covid-19, Faisal mengatakan pemerintah setidaknya perlu meningkatkan pengetesan spesimen menjadi 100 ribu hingga 200 ribu per hari.
Source: Koran Tempo January 04, 2021 00:56 UTC