TEMPO.CO, Jakarta - Perusahaan teknologi finansial (fintech) penyelenggara sistem pembayaran menyiapkan strategi pengamanan untuk memproteksi diri dari fraud atau kejahatan keuangan siber. Salah satu modus kejahatan siber yang sempat terjadi adalah penipuan melalui pengiriman pesan kode verifikasi oleh pelaku kejahatan siber (fraudster) kepada pengguna. Sejumlah saldo milik pengguna akan terkuras jika kode verifikasi tersebut berhasil didapatkan oleh fraudster. Langkah keamanan lain yang dapat dilakukan adalah dengan mengaktifkan PIN transaksi, memverifikasi data pengguna dengan mengunggah KTP, termasuk menjaga kerahasiaan kode OTP yang diterima. Hal senada juga dilakukan oleh PT Visionet Internasional (OVO), yang menitikberatkan pada sistem keamanan berlapis dalam proses pengisian data dalam aplikasi, untuk melindungi perusahaan dan data pelanggan dari aksi kejahatan siber.
Source: Koran Tempo April 10, 2019 23:15 UTC