REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Anggota Dewan Pertimbangan Forum Rektor Indonesia (FRI), Asep Saifuddin mengakui ada banyak faktor yang membuat banyak profesor mengalami kendala dalam menulis karya ilmiah bereputasi internasional. Pertama yakni waktu profesor habis digunakan untuk mengajar mahasiswa sarjana karena tidak semua perguruan tinggi mempunyai program doktoral berbasis riset," ujar Asep di Jakarta, Jumat (23/2). "Kemudian yang kedua, adalah dana riset yang tersedia relatif kecil dan tersedot ke perguruan tinggi yang sudah matang. Dengan demikian, perguruan tinggi yang tertinggal akan terus tertinggal karena kesulitan dalam berkompetisi sehingga kegiatan risetnya minim," kata dia. "Kami sedang melakukan revisi terkait Permenristekdikti tersebut, sehingga evaluasi terhadap produktivitas dosen dan profesor tidak dilakukan tahun ini.
Source: Republika February 23, 2018 01:30 UTC