KOMPAS.com - Gerakan Sekolah Menyenangkan (GSM) mengajak guru seni dan budaya melakukan perubahan paradigma pendidikan sehingga sekolah dapat menjadi tempat belajar menyenangkan bagi siswa. Ajakan ini disampaikan Muhammad Nur Rizal, pendiri Gerakan Sekolah Menyenangkan dihadapan 80 guru SMK seni budaya dalam Diklat Peningkatan Kompetensi Guru Vokasi Penggerak yang digelar Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi (BBPPMPV) Seni dan Budaya. “Prodi seni dan budaya punya ruang yang lebih besar dibanding bidang sains, matematika dan bahasa dalam menerjemahkan Merdeka Belajar di kelas-kelas,” tegas pendiri GSM ini. Rizal menilai, corak ilmu seni dan budaya yang secara fitrah membutuhkan kreativitas dan kebebasan berekspresi menjadi alasan utama sekolah SMK di bidang seni budaya ini menjadi pelopor bagaimana budaya feodalistik dihentikan pada sistem pendidikan, khususnya lingkungan SMK. Salah seorang guru SMK kriya kulit dari Surabaya sempat menyatakan dirinya skeptis mengejar ketertinggalan kurikulum siswa.
Source: Kompas June 14, 2021 14:58 UTC