WASHINGTON, Kompas.com - Dua mantan gadis pemandu sorak (cheerleaders), Rebecca Cummings dan Allison Cassidy setuju untuk membuka identitas diri untuk menyuarkan seruan mereka atas terjadinya pelecehan seksual dan intimidasi dalam pekerjaan mereka. Mantan pemandu sorak klub anggota liga sepakbola Amerika (NFL) Washington Redskins ini mengungkap jati diri mereka kepada suratkabar New York Times, Kamis (14/03/2019) lalu agar kasus yang metreka lami dapat diketahui publik. Manajemen Washington Redskins mengaku akan melakukan penyelidikan selama tiga bulan terhadap program pemndu sorak milik mereka. Bahkan disebutkan para anggota pemandu sorak tersebut diminta untuk menemani pria di klub malam. Saat pemoretan serupa dilakukan di Meksiko, para penggemar kaya tersebut tidak diundang, manajemen klub bahkan menyertakan dua anggota polisi sebagai tenaga pengaman.
Source: Kompas March 17, 2019 16:30 UTC