REPUBLIKA.CO.ID, TOKYO – Jepang berencana untuk melepaskan cadangan minyak tambahan senilai 20 hari paling cepat pada awal Mei, kata Perdana Menteri Sanae Takaichi, Jumat (10/4/2026). Keputusan ini dilakukan di tengah ketidakpastian mengenai pembukaan kembali Selat Hormuz meskipun ada kesepakatan gencatan senjata AS-Iran. Jepang bergantung pada Timur Tengah untuk lebih dari 90 persen impor minyak mentahnya, yang sebagian besar melewati Selat Hormuz, jalur utama pengiriman energi global yang secara efektif diblokir Iran setelah peluncuran serangan AS-Israel terhadap Iran pada akhir Februari. Washington dan Teheran menyepakati gencatan senjata bersyarat selama dua minggu pada Selasa, tepat sebelum batas waktu yang ditetapkan secara sepihak oleh Presiden AS Donald Trump berakhir bagi Teheran untuk membuka kembali selat tersebut atau menghadapi kehancuran infrastruktur pentingnya. Namun, masih belum jelas apakah blokade Iran terhadap Selat Hormuz akan dicabut, karena Israel dilaporkan terus menyerang kelompok Hizbullah yang berafiliasi dengan Iran di Lebanon bahkan setelah kesepakatan gencatan senjata dibuat.
Source: Republika April 10, 2026 08:12 UTC