ANTARATEMPO.CO, Jakarta - Baru-baru ini media sosial di Indonesia dihebohkan dengan adanya komunitas crosshijaber, yakni para pria yang senang berpenampilan layaknya perempuan dengan mengenakan hijab bergaya syar'i lengkap dengan cadar. Psikolog klinis yang praktik di Rumah Sakit Fatmawati, Widya Shintia Sari, M.Psi mengatakan munculnya fenomena crosshijaber dapat mengarah pada gangguan psikologis. Menurut Widya, ada sejumlah faktor psikologis yang bisa berpotensi menyebabkan munculnya crosshijaber yakni masa lalu yang traumatis. Pelaku juga bisa menjadi crosshijaber karena memiliki pengalaman akibat ketidakseimbangan peran gender yang membuat pelaku tidak nyaman mengadopsi karakteristik gender yang sejalan dengan jenis kelaminnya. Widya juga mengatakan perlu diperiksa jika pelaku crosshijaber memiliki riwayat diagnosis gangguan psikologis terdahulu.
Source: Koran Tempo October 16, 2019 10:41 UTC