NUNUKAN, KOMPAS.com – Harga sebuah elpiji 14 kilogram di Krayan, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, mencapai Rp 1,5 juta. Camat Krayan Barat, Dawat Udan mengatakan, harga tersebut melambung tinggi karena biaya buruh gendong serta efek dari lockdown Malaysia. "Kalau harga gasnya sekitar Rp 800.000, untuk membayar buruh gendong sekitar Rp 700.000, jadi elpiji itu satu tong harganya Rp 1,5 juta di sini," ujar Dawat saat dihubungi, Sabtu (14/11/2020). Baca juga: Gara-gara Malaysia Lockdown, Harga Elpiji di Krayan Rp 1,5 Juta, Semen Rp 1,8 Juta Per ZakDawat menjelaskan, buruh akan mengambil tabung elpiji kosong untuk dibawa dengan sepeda motor ke perbatasan RI–Malaysia di Long Mekang. Baca juga: 2 Anak Suku Talang Mamak Lulus Jadi Polisi, Kapolres: Bukti Paradigma Lama Sudah MemudarKapal jenis ketinting tersebut datang dengan tabung elpiji siap pakai, lalu menukar tabung elpiji kosong yang dibawa buruh gendong.
Source: Kompas November 14, 2020 11:01 UTC